AKSI DAMAI JILID II, Ratusan Pensiunan Desak Pembatalan Perjanjian Kredit dan Penutupan Operasional Bank Mandiri Taspen KC Purwokerto

BANYUMAS, SUARA-RAKYAT.NET – Gelombang protes para pensiunan kembali mengguncang Kabupaten Banyumas. Kamis (9/7/2026), ratusan nasabah pensiunan yang mengaku menjadi korban dugaan praktik kredit bermasalah menggelar Aksi Damai Jilid II di depan Kantor Bank Mandiri Taspen KC Purwokerto.

Massa datang membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar seluruh perjanjian kredit yang mereka anggap cacat hukum dibatalkan. Selain itu, mereka juga mendesak regulator dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional Bank Mandiri Taspen KC Purwokerto.

Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan bahwa mereka selama bertahun-tahun merasa dirugikan akibat proses penyaluran kredit yang menurut mereka tidak dilakukan secara transparan. Mereka mengaku mengalami pemotongan manfaat pensiun setiap bulan tanpa memperoleh penjelasan yang memadai mengenai perhitungan kewajiban kredit maupun hak-hak sebagai konsumen jasa keuangan.

Koordinator aksi menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bentuk perjuangan hukum dan moral untuk memperoleh keadilan, bukan sekadar menyampaikan keluhan.

Para peserta aksi meminta pemerintah, regulator perbankan, dan aparat penegak hukum segera mengusut dugaan pelanggaran yang mereka laporkan. Mereka juga meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap proses pemberian kredit kepada para pensiunan.

Selain pembatalan perjanjian kredit yang dipersoalkan, massa turut menyampaikan tuntutan agar operasional Bank Mandiri Taspen KC Purwokerto dievaluasi secara menyeluruh. Menurut mereka, apabila terbukti terdapat pelanggaran terhadap ketentuan perbankan maupun perlindungan konsumen, regulator harus memberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Suasana aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para peserta bergantian menyampaikan orasi mengenai pengalaman mereka selama menjadi nasabah serta berharap negara hadir memberikan perlindungan kepada para pensiunan yang selama ini bergantung pada dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sejumlah peserta aksi mengaku telah menyampaikan berbagai pengaduan kepada instansi terkait, namun hingga kini mereka menilai belum memperoleh penyelesaian yang memberikan kepastian hukum. Oleh karena itu, aksi lanjutan dilakukan sebagai bentuk desakan agar proses penyelesaian berjalan secara transparan, objektif, dan berpihak pada keadilan.

Salah seorang nasabah pensiunan mengatakan dirinya merasa kehilangan rasa aman sejak kredit tersebut berjalan.

“Kami hanya ingin keadilan. Kami bukan menolak membayar kewajiban yang sah, tetapi kami meminta agar seluruh proses kredit cacat diperiksa secara terbuka. Jika memang ada pelanggaran, perjanjiannya harus dibatalkan sesuai hukum.”

Korban lainnya menyampaikan bahwa para pensiunan selama ini berada pada posisi yang lemah.

“Kami ini orang tua yang hanya mengandalkan uang pensiun setiap bulan. Jangan sampai hak pensiunan dijadikan objek yang merugikan kami. Negara harus hadir melindungi rakyat kecil.”

Nasabah lain menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus dilakukan hingga memperoleh kepastian hukum.

“Ini bukan akhir perjuangan. Kami akan terus menyuarakan hak kami melalui jalur hukum dan aksi damai sampai ada penyelesaian yang adil.”

Seorang peserta aksi lainnya berharap aparat penegak hukum bertindak profesional.

“Kami meminta seluruh dugaan pelanggaran diusut tanpa pandang bulu. Kami percaya hukum harus melindungi masyarakat, termasuk para pensiunan.”

Para peserta aksi juga berharap pemerintah pusat, regulator sektor jasa keuangan, serta lembaga terkait segera melakukan langkah konkret agar persoalan yang mereka alami dapat diselesaikan secara adil dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Bank Mandiri Taspen KC Purwokerto terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. SUARA-RAKYAT.NET masih memburu konfirmasi dari pihak bank guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Reporter: Surya Utama

Surya Utama
Surya Utama
Pimred Suara-Rakyat.Net at  | Web |  + posts

Halo, saya Surya Utama, Pemimpin Redaksi Suara-rakyat.Net.

Saya dipercaya untuk memimpin redaksi dalam menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi saya, jurnalisme adalah panggilan untuk menjaga kebenaran dan memberikan informasi yang bisa menjadi suara rakyat.

Tinggalkan Balasan