Penjaga Terakhir Bioskop Rayuan Telah Pergi, Mas Kancil Tutup Usia Tinggalkan Kenangan Generasi 80-90an

SUARA-RAKYAT.NET | PURBALINGGA – Kabar duka datang bagi masyarakat Purbalingga, khususnya generasi yang tumbuh bersama kejayaan Bioskop Rayuan pada era 80 hingga 90-an. Sosok legendaris yang akrab disapa Mas Kancil dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 13 Mei 2026.

Informasi wafatnya Mas Kancil dengan cepat menyebar melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial warga Purbalingga. Banyak yang awalnya tak percaya, sebab beberapa waktu sebelumnya sempat beredar kabar serupa yang ternyata belum benar.

“Wingi wis dikabarna ninggal jebul esih urip… siki ninggal temenan,” tulis salah seorang warga dalam percakapan grup WhatsApp, menggambarkan rasa kehilangan sekaligus ketidakpercayaan yang dirasakan banyak orang.

Bagi masyarakat umum, nama Mas Kancil mungkin bukan tokoh besar ataupun figur publik nasional. Namun bagi generasi yang pernah merasakan masa muda di kawasan Bioskop Rayuan, sosoknya adalah bagian penting dari sejarah kecil Kota Purbalingga yang tak terlupakan.

Mas Kancil dikenal sebagai sosok yang selalu hadir di lingkungan Bioskop Rayuan. Ia bukan hanya penjaga atau pekerja biasa, melainkan telah menjadi bagian dari denyut kehidupan bioskop legendaris tersebut. Kehadirannya melekat kuat dalam ingatan anak-anak sekolah era itu.

Setiap akhir pekan, terutama Sabtu siang selepas sekolah, kawasan Bioskop Rayuan menjadi tempat berkumpul remaja. Dengan uang saku seadanya, mereka rela antre demi bisa menikmati film layar lebar melalui “extra show” yang kala itu sangat populer.

Di tengah suasana itulah nama Mas Kancil begitu dikenal. Banyak pelajar mengenangnya sebagai sosok ramah yang kerap membantu penonton masuk dengan harga lebih murah setelah film berjalan beberapa menit. Sebuah “aturan tidak tertulis” yang justru menjadi romantika tersendiri bagi generasi masa itu.

Kini, kepergian Mas Kancil seakan menandai hilangnya satu lagi potongan sejarah kota kecil yang pernah hidup penuh warna. Bukan sekadar tentang seseorang yang meninggal dunia, tetapi juga tentang berakhirnya jejak terakhir kenangan kolektif sebuah zaman.

Bioskop Rayuan memang telah lama tutup. Bangunannya tak lagi seramai dahulu, suara proyektor telah berhenti, dan poster-poster film tinggal cerita. Namun nama Mas Kancil tetap hidup di ingatan banyak orang sebagai simbol era yang pernah begitu membekas.

Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Banyak warga berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kadang seseorang dikenang bukan karena jabatan atau kekayaannya, melainkan karena ia pernah menjadi bagian penting dari kebahagiaan banyak orang,” ujar salah satu warga mengenang sosok Mas Kancil.

Selamat jalan, legenda Rayuan. Kenangan tentangmu akan tetap hidup di kepala generasi yang pernah menikmati hangatnya masa muda di depan layar bioskop kota kecil bernama Purbalingga.

(Surya Utama)

Surya Utama
Surya Utama
Pimred Suara-Rakyat.Net at  | Web |  + posts

Halo, saya Surya Utama, Pemimpin Redaksi Suara-rakyat.Net.

Saya dipercaya untuk memimpin redaksi dalam menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi saya, jurnalisme adalah panggilan untuk menjaga kebenaran dan memberikan informasi yang bisa menjadi suara rakyat.

Tinggalkan Balasan