SMKN 1 Kaligondang Bekali Siswa Keterampilan Public Speaking Lewat Program Literasi

PURBALINGGA, SUARA-RAKYAT.NET  — Berani berbicara, mampu menyampaikan gagasan, dan percaya diri berkomunikasi menjadi bekal penting bagi generasi muda. Hal itu pula yang terus didorong SMK Negeri 1 Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, melalui program literasi sekolah.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Public Speaking bagi Satgas Literasi, pengurus OSIS, serta tim literasi sekolah.

Kegiatan berlangsung di Gedung Technopark SMKN 1 Kaligondang, Jalan Raya Selanegara, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 82 Satgas Literasi dan pengurus OSIS serta 15 guru yang tergabung dalam tim literasi mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan menghadirkan Ratna Palupi, S.Pd., C.Tr. sebagai narasumber.

Pelatihan diarahkan untuk membangun keberanian peserta ketika berbicara di depan umum. Tidak hanya berani tampil, peserta juga dibekali kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, terarah, dan mudah dipahami.

Koordinator Literasi SMKN 1 Kaligondang, Irma Dwi Kurnia Setyorini, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi sekolah tahun 2026.

“Ini merupakan salah satu program literasi sekolah tahun 2026. Kegiatan diikuti 82 Satgas Literasi dan pengurus OSIS serta 15 guru tim literasi,” kata Irma.

Ia menjelaskan, Satgas Literasi memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan literasi di sekolah. Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang perlu mereka miliki.

“Tujuannya membekali keterampilan berbicara kepada Satgas Literasi agar mampu berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara jelas, percaya diri, dan terstruktur,” ujarnya.

Komunikasi dan Karakter Jadi Bekal Generasi Muda

Kepala SMKN 1 Kaligondang, Yuwono, S.Pd., mengatakan kemampuan berbicara di depan umum tidak semestinya dianggap sebagai keterampilan tambahan semata.

Menurutnya, kemampuan tersebut berkaitan dengan bagaimana seorang siswa membangun karakter, kompetensi, komunikasi, sekaligus kontribusinya di lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Yuwono menyampaikan pentingnya membangun personal branding sejak berada di bangku sekolah.

“Untuk membangun personal branding, ada formula 4C, yaitu character, competence, communication, dan contribution. Untuk meningkatkan keempat hal tersebut, perlu BTP, yaitu memperbaiki bacaan, tulisan, dan pergaulan,” jelasnya.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sekolah sehari-hari, termasuk ketika menjadi pengurus OSIS maupun menjalankan tugas sebagai Satgas Literasi.

Tidak Cukup Hanya Berani Bicara

Sementara itu, narasumber Ratna Palupi, S.Pd., C.Tr., mengingatkan bahwa public speaking bukan hanya persoalan keberanian berbicara di hadapan orang banyak.

Menurutnya, seorang pembicara harus mampu mengemas pesan agar dapat dipahami oleh orang lain. Karena itu, keterampilan public speaking perlu terus dilatih melalui praktik.

“Hampir semua profesi membutuhkan skill public speaking pada saat-saat tertentu. Siswa maupun guru pun bisa tiba-tiba ditugasi berbicara di depan umum. Karena itu, kemampuan tersebut perlu dilatih,” ujar Ratna.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni “Public Speaking: Menjadi Pembicara yang Handal” dan “Public Speaking: Kekuatan Satgas Literasi.”

Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori. Peserta juga diberikan ruang untuk mempraktikkan kemampuan berbicara secara langsung.

Dengan cara tersebut, peserta diharapkan tidak sekadar memahami teknik berbicara, tetapi juga mampu mengatasi rasa gugup dan membangun kepercayaan diri ketika berhadapan dengan audiens.

Ratna mengatakan public speaking pada dasarnya merupakan kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.

“Public speaking bukan hanya tentang bagaimana seseorang bisa berbicara, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami, menarik perhatian, dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain,” katanya.

Ia menilai keterampilan tersebut akan berguna dalam berbagai situasi, baik di lingkungan sekolah, dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Setidaknya sekali dalam hidup, akan ada momen ketika kita harus berbicara di hadapan orang lain. Karena itu, public speaking perlu dilatih sejak dini agar seseorang memiliki keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik,” pungkasnya.

Pelatihan public speaking ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran sesaat. Kemampuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah.

Dengan semakin terampil berkomunikasi, Satgas Literasi dan pengurus OSIS SMKN 1 Kaligondang diharapkan mampu menjadi penyampai informasi yang baik, berani menyuarakan gagasan, serta ikut memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

+ posts

Tinggalkan Balasan