PURBALINGGA, Senin 08/06/2026 | SUARA-RAKYAT.NET – Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, seorang pedagang siomay asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berhasil mencuri perhatian masyarakat dengan cara berdagang yang unik, menghibur, dan penuh inspirasi. Sosok tersebut adalah Sukedi, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama KAKI SUKEDI.

Setiap hari, Kaki Sukedi berjualan siomay di kawasan Taman Gembrungan, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda dari pedagang pada umumnya. Ia selalu tampil dengan gaya berpakaian parlente, mengenakan jas, dasi, serta peci yang rapi saat melayani pelanggan.

Penampilan nyentrik tersebut telah menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya. Tak heran jika banyak warga yang sengaja datang untuk membeli siomay sekaligus berinteraksi dengan sosok pedagang yang dikenal ramah, lucu, dan penuh semangat itu.
Menurut Kaki Sukedi, penampilannya bukan sekadar untuk menarik perhatian pelanggan, melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada setiap orang yang datang membeli dagangannya.
“Saya ingin memberikan kesan yang berbeda. Walaupun saya hanya pedagang siomay, saya ingin tetap tampil rapi, sopan, dan membuat pelanggan senang. Bagi saya, berdagang bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga menjalin silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama,” ujar Kaki Sukedi saat ditemui di lokasi usahanya.
Selain berjualan secara langsung, Kaki Sukedi juga aktif melakukan siaran langsung melalui platform TikTok. Melalui media sosial tersebut, ia memperkenalkan dagangannya sekaligus menghibur para penonton dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor.
Aktivitas live TikTok yang dilakukannya ternyata membawa dampak positif bagi usahanya. Banyak pelanggan baru yang datang setelah melihat siaran langsungnya. Namun yang membuat Kaki Sukedi semakin dikenal adalah kebiasaannya berbagi rezeki kepada pelanggan.
Ketika mendapatkan gift atau penghasilan yang cukup besar dari siaran langsung, ia kerap menggratiskan dagangan siomaynya kepada para pembeli yang datang.
“Alhamdulillah, lewat live TikTok saya bisa mendapatkan banyak teman dan pelanggan baru. Kalau sedang mendapat gift atau rezeki lebih dari hasil live, saya sering menggratiskan siomay untuk pembeli. Rezeki itu akan lebih berkah kalau bisa dinikmati bersama,” tuturnya.
Aksi sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pelanggan mengaku merasa senang dan terhibur saat membeli dagangan Kaki Sukedi. Tidak sedikit yang akhirnya menjadi pelanggan tetap karena merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan.
Bagi Kaki Sukedi, kegiatan berbagi bukanlah strategi pemasaran semata, melainkan bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan kepadanya.
“Saya percaya sedekah tidak akan membuat kita miskin. Justru dengan berbagi, hati menjadi tenang, pelanggan senang, dan usaha semakin lancar. Semoga apa yang saya lakukan bisa menjadi manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Keunikan penampilan, keramahan dalam melayani pelanggan, kemampuan memanfaatkan media sosial, serta kebiasaan berbagi kepada sesama menjadi kombinasi yang membuat sosok Kaki Sukedi semakin dikenal masyarakat luas.
Di tengah perkembangan era digital, Kaki Sukedi membuktikan bahwa kreativitas, ketulusan, dan kepedulian sosial dapat menjadi modal penting dalam membangun usaha. Ia berhasil menghadirkan konsep berdagang yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan hiburan, kedekatan sosial, dan semangat berbagi kepada masyarakat.
“Kalau pelanggan pulang sambil tersenyum, itu sudah menjadi keuntungan tersendiri bagi saya. Dagangan boleh habis, tapi yang paling penting adalah bisa membuat orang senang dan berbagi rezeki kepada sesama,” pungkas Kaki Sukedi.
Kini, sosok Kaki Sukedi tidak hanya dikenal sebagai penjual siomay keliling di Purbalingga, tetapi juga sebagai inspirasi bahwa berdagang dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menghibur, dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Reporter : Surya Utama
Redaksi : SUARA-RAKYAT.NET

Surya Utama
Halo, saya Surya Utama, Pemimpin Redaksi Suara-rakyat.Net.
Saya dipercaya untuk memimpin redaksi dalam menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi saya, jurnalisme adalah panggilan untuk menjaga kebenaran dan memberikan informasi yang bisa menjadi suara rakyat.
