Pengelola SPPG Bandung Wonosegoro 2 Tegaskan Operasional MBG Sesuai SOP, Warga Rasakan Dampak Positif

BOYOLALI, SUARA-RAKYAT.NET – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, memberikan klarifikasi terkait operasional fasilitas penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Manajemen menegaskan seluruh kegiatan produksi hingga pengelolaan limbah telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro, Kumaidi, menegaskan bahwa pihaknya menempatkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sebagai prioritas utama dalam menjalankan operasional SPPG.

Menurutnya, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersedia di lokasi telah menggunakan sistem pengolahan yang memadai dan berada di bawah pengawasan tenaga ahli. Hal itu dilakukan untuk memastikan air hasil olahan memenuhi ketentuan sebelum dialirkan ke lingkungan.

“Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pengambilan sampel yang dilakukan petugas beberapa waktu lalu merupakan bagian dari pengawasan yang kami dukung sebagai upaya memastikan kualitas lingkungan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar perwakilan manajemen.

Selain memperhatikan aspek lingkungan, keberadaan SPPG Bandung Wonosegoro 2 juga dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan kapasitas produksi mencapai 2.077 porsi makanan bergizi setiap hari yang didistribusikan ke 12 sekolah di tiga desa, fasilitas tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Puluhan tenaga kerja lokal kini terlibat dalam operasional SPPG, mulai dari proses memasak, pengemasan makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Sejumlah warga yang ditemui juga mengaku tidak merasa terganggu dengan aktivitas operasional SPPG. Mereka menilai kondisi lingkungan tetap normal serta mengapresiasi keberadaan program MBG yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Wonosegoro.

Pihak pengelola berharap masyarakat dapat menyikapi setiap informasi secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi. Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup, instansi terkait, serta masyarakat demi mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Tim Redaksi

Web |  + posts

Tinggalkan Balasan