Didatangi Petugas, Ipda Purnomo Nonaktifkan Monetisasi YouTube: Kegiatan Sosial Tetap Berlanjut

LAMONGAN, SUARA-RAKYAT.NET — Kabar mengenai keputusan Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal luas melalui kegiatan sosialnya, menjadi perhatian publik. Sosok yang selama ini aktif membantu masyarakat dan merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut memilih menonaktifkan fitur monetisasi atau AdSense pada kanal YouTube Purnomo Belajar Baik.

Kanal tersebut diketahui telah memiliki lebih dari 2,7 juta pelanggan dan selama ini banyak memuat dokumentasi kegiatan sosial serta aksi kemanusiaan yang dilakukan Purnomo dan timnya.

Keputusan tersebut diambil setelah Purnomo mengaku didatangi seorang petugas dari sebuah instansi pemerintah di kediamannya pada Senin, 28 September 2026. Menurut keterangannya, petugas tersebut membawa surat tugas dan menanyakan sejumlah hal terkait aset serta sumber pendapatannya, termasuk penghasilan dari aktivitas media sosial.

Purnomo mengatakan dirinya sempat diminta mengisi sejumlah formulir terkait data yang ditanyakan. Namun, ia memilih memberikan akses terhadap rekening pribadinya agar arus pemasukan dan pengeluaran dapat diperiksa secara langsung.

Ia juga menyatakan tidak keberatan apabila penghasilan dari aktivitas media sosialnya diperiksa secara transparan. Dalam keterangannya, Purnomo bahkan menyampaikan bahwa apabila terdapat kelebihan dari penghasilan tersebut, ia mempersilakan untuk diperiksa lebih lanjut.

Purnomo sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk menutup kanal YouTube dan akun media sosialnya. Namun, setelah mendapatkan banyak masukan dari masyarakat dan para pengikutnya, ia akhirnya mengambil keputusan berbeda.

Bukan menutup kanal, Purnomo memilih menonaktifkan sumber pendapatan dari YouTube, sementara kegiatan pembuatan konten tetap dilanjutkan. Rencananya, monetisasi atau AdSense tersebut dinonaktifkan mulai Oktober 2026.

Menurut Purnomo, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari munculnya prasangka bahwa kegiatan sosial yang selama ini dijalankannya dilakukan demi memperoleh keuntungan pribadi.

“Untuk menghindari fitnah, saya tutup pendapatannya. Jadi YouTube saya nanti enggak ada AdSense-nya,” ujar Purnomo dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa penghentian monetisasi tidak berarti dirinya berhenti melakukan kegiatan sosial. Aktivitas membantu masyarakat, termasuk merawat ODGJ, akan tetap dilanjutkan.

Selama ini, Purnomo memang dikenal sebagai anggota kepolisian yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Kegiatan sosialnya antara lain membantu dan merawat ODGJ terlantar serta masyarakat yang membutuhkan. Dokumentasi kegiatan tersebut kemudian dibagikan melalui kanal YouTube miliknya.

Dalam catatan pemberitaan sebelumnya, pendapatan dari YouTube juga pernah disebut digunakan untuk mendukung operasional kegiatan sosial dan perawatan ODGJ yang dilakukan Purnomo.

Di sisi lain, Purnomo tidak menyebutkan secara spesifik instansi pemerintah yang datang ke kediamannya. Ia memilih tidak mengungkap identitas instansi tersebut untuk menghindari kesalahpahaman.

Dengan keputusan tersebut, kanal Purnomo Belajar Baik tetap dapat digunakan untuk menyampaikan konten dan kegiatan sosial, tetapi tidak lagi mengandalkan pendapatan AdSense mulai Oktober 2026.

Langkah Purnomo tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan mengenai sumber pendapatan dari aktivitas media sosial tidak menghentikan komitmennya untuk tetap menjalankan kegiatan kemanusiaan.

Penulis: Surya Utama

+ posts

Tinggalkan Balasan